Gufron Makruf Dosen PAI Islamic Studies STAIN Salatiga
  • COURSE OUTLINE MATA KULIAH TAFSIR NUSANTARA

    COURSE OUTLINE

    MATA KULIAH TAFSIR NUSANTARA

     

    FAKULTAS             : USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA

    JURUSAN                : IAT

    KELAS                      : A

    DOSEN                   : Dr. M. GUFRON, M. Ag

    CONTACT PERSON       : 081542357208

    ALAMAT BLOG    : staff.iainsalatiga

    ALAMAT RUMAH           : PA. Darul Hadlanah NU Salatiga Jln. Fatmawati KM 5 Blotongan

     

    DISKRIPSI

    Bagi Umat Islam, al-Qur’an bukan hanya dibaca disetiap kesempatan, tetapi juga ditafsirkan untuk mengungkap ajaran-ajaran moral yang ada di dalamnya. Sebab, sebagai kitab suci, ia dipercaya sebagai petunjuk bagi umat Manusia. Dalam konteks penafsiran itulah, al-Qur’an telah melahirkan banyak teks hermeneutik yang berupa kitab tafsir yang ditulis oleh para mufasir.

    Bila diasumsiskan bahwa kandungan al-Qur’an bersifat universal, berarti aktualisasi makna tersebut pada tataran kesejarahan meniscayakan dialog dengan pengalaman manusia dalam konteks waktu. Hal ini juga berlaku dengan kajian tafsir yang ada di Indonesia. Sesuai dengan kondisi sosio-historisnya, Indonesia juga mempunyai perkembangan tersendiri dalam kaitannya dengan proses untuk memahami dan menafsirkan al-Qur’an yang berbeda dengan negara-negara berpenduduk muslim lainnya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini tentu juga mempunyai korelasi signifikan dengan kebutuhan akan pemahaman yang benar tentang al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan seorang muslim.

    Tafsir di Indonesia merupakan mata kuliah komplemen yang sangat penting bagi calon pemikir Islam yang ahli di bidang Tafsir al-Qur’an. Mata kuliah ini wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswa Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora. Materi yang dicakup oleh Mata Kuliah ini adalah Sejarah Perkembangan Tafsir di Indonesia, Metodologi, teknik penyajian dan pengaruh budaya nusantara terhadap Tafsir di Indonesia.

     

     

     

     

    Time Line

    NO PERTEMUAN TOPIK KETERANGAN

     

    1 I Overview Rencana Kuliah dan kontrak belajar Dosen
    2 II Pengertian dan ruang lingkup kajian Tafsir al-Qur’an di Indonesia Dosen
    3 III Persentuhan awal dan latar belakang kajian al-Qur’an di Nusantara Dosen
    4 IV Teori-teori periodisasi perkembangan kajian Tafsir al-Qur’an di Indonesia Dosen
    5 V Perkembangan Tafsir al-Qur’an periode klasik (abad VII-XV M.) Dosen
    6 VI Perkembangan Tafsir al-Qur’an periode pertengahan (abad XVI-XIX M.) Dosen
    7 VII Kajian al-Qur’an di Indonesia prespektif Howard M. Fiderspiel dan Pemetaan metodologi Tafsir al-Qur’an di Indonesia Dosen
    8 UTS Mandiri  
    9 VIII Karakteristik karya Tafsir al-Qur’an yang bersifat akademik dan non-akademik (Disertasi, Tesis dan karya tafsir otodidak) M. Gufron, Aris Mustakim, M. Khoirul Rizal
    10 IX Arah baru dan masa depan Tafsir al-Qur’an di Indonesia Akmilatul Haq, Ana Mazraatul, Fazar Imam
    11 X Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an periode klasik (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir) Lutni Maulana, Sindy Fristiani, Azimatul Qaifah
    12 XI Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an periode pertengahan (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir) Muhammad Ulil Athhar, Nurul Maria Ulfa, Ilham Maulana
    13 XII Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an periode modern (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir) Erma Pornawati, Khumairoh, Dewi Munirotul, Halida Ulin
    14 XIII Kajian Sumber: Tafsir Al-Misbah (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir) Waffaqani, Alinatul M, Husni Abdani, Mambaul L
    15 XIV Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an Lokal/Tafsir Berbahasa Jawa (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir). Siti Amanah, Muh Zain, Maya Aulia. Muhammad Haris
    16 XV Kajian Sumber: Tafsir An-Nur Karya Hasbi Ash-Shiddieqy (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir) Rizqi Fiismatillah, Hajar Nur Rahmah, Faisal, Tia Izaah Fathiya
    17 XVI Kajian Sumber: Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir) Ahmad Syarif, Kuni Muyasarah, Syifaus Syarif, Khairiah, Ahmad Jauharul M
    18 XVII Kajian Sumber: Tafsir Marah al-Labid Li Kasyf al-Ma’na al-Qur’an al-Majid (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir) Uli Ajnihati, Nurul Aini, M. Nur Ayubi, Faidurrohman, Ika Fitriani
    19 UAS  

     

    Referensi

    Departemen Agama RI. Muqaddimah: Alquran dan Tafsirnya.

    Abu Zaid, Isykaliyat al-Qira’ah wa ‘A<liyat al-Ta’wil diterjemahkan oleh Khoirun Nahdiyyin dan Muhammad Mansur dengan judul Hermeneutika Inklusif. Jakarta: ICIP, 2004.

    Abu Zaid, Mafhum al-Nash Dirasah fi ‘Ulum al-Qur’an diterjemahkan oleh Khoiron Bahdliyyin dengan judul Tekstualitas al-Qur’an Kritik terhadap Ulumul Qur’an. Cet. I; Yogyakarta: LKiS, 2001.

    Arkoun, Mohammed, Lectures du Coran diterjemahkan oleh Machasin dengan judul Berbagai Pembacaan Qur’an. Jakarta: INIS, 1997.

    Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Cet. II; Jakarta: Prenada Media, 2005.

    Baidan, Nashruddin. Perkembangan Tafsir di Indonesia.

    Boniy, Nuh Daeng Manompo, al-Qur’an al-Karim Juz ‘Amma bi Tarjamah al-Lugah al-Buqisiyah. Cet. III; Makassar: Yayasan Masjid Raya, 1982.

    Bruinessen, Martin van, “The tariqa Khalwatiyya in South Celebes”, in: Harry A. Poeze en Pim Schoorl (eds), Excursies in Celebes. Een bundle bijdragen bij het afscheid van J. Noorduyn… Leiden: KITLV Uitgeverij, 1991.

    Cawidu, Harifuddin, “Metode dan Aliran dalam Tafsir”, Majalah Pesantren No. 1/vol. VIII/1991.

    Al-Farmawi, al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu’i: Dirasah Manhajiyah Maudhu’iyah diterjemahkan oleh Suryan A. Jamran dengan judul Metode Tafsir Maudhu’i: Suatu Pengantar. Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo, 1994.

    Federspiel, Howard M., Kajian al-Qur’an di Indonesia, terj. Drs. Tajdul Arifin, MA. (Mizan: Bandung, 1996), h. 102.

    Feener, R. Michael. “Notes Toward the History of Qur’anic Exegesis in Southeast Asia”. Studia Islamika, vol. 5. No. 3, 1998

    Goldziher, Ignaz (Terj. Mani’ La>lim), al-Mazahib al-Islamiyah fi Tafsir al-Qur’an al-Karim

    Gusmian, Islah, Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika hingga Ideologi. Cet. I; Yogyakarta: LKiS, 2013.

    Ismail, Daud, Tafsir al-Munir. Makassar: CV. Bintang Lamumpatue, 2002.

    Janson, J.J.G., The Interpretation of the Koran in Modern Egypt yang diterjemahkan oleh Hairussalim dkk. dengan judul Diskursus Tafsir al-Qur’an Modern. Cet. I; Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997.

    Khalid, ‘Abd al-Qadir, Tafsir al-Qur’an (Tafsere Akoreng Malebbi’e Mabbasa Ugi) Cet. II; t.tp., Aneka Kerja, 1971.

    Mahmud Basyuni Faudah, al-Tafsir wa Manahijuh. Kairo: Mathba’ah al-Amanah, 1977.

    Mahmud Mani’ ‘Abd al-Halim, Manhaj al-Mufassirin diterjemahkan oleh Syahdianor dan Faisal Saleh dengan judul Metodologi Tafsir: Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

    Mattulada, “Islam di Sulawesi Selatan” dalam Taufik Abdullah (ed), Agama dan Perubahan Sosial. Cet. I; Jakarta: Rajawali, 1983.

    _______, La Toa: Satu Lukisan Analitis Terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1985.

    Mustaqim, Abdul dan Sahiron Syamsuddin [ed], Studi al-Qur’an Kontemporer, Wacana Baru Berbagai Metodologi Tafsir. Cet. I;Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2002.

    Al-Shabuni, Muhammad ‘Ali, al-Tibyan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: ‘Alam al-Kutub, 1985.

    Pelras, Christian, The Bugis diterjemahkan oleh Abdul Rahman Abu at.al. dengan judul Manusia Bugis. Cet. I; Jakarta: Nalar kerjasama Forum Jakarta-Paris, EFEO, 2005.

    Ridha, Muhammad Rasyid, Tafsir al-Qur’an al-Hakim al-Musytahir bi Tafsir al-Manar, Jilid VII. Beirut: Da>r al-Ma’rifah, t.th.

    Ruslan, Muhammad (ed), Ulama Sulawesi Selatan: Biografi Pendidikan dan Dakwah. Cet. I; Makassar: MUI Sulsel, 2007.

    Sahrur, Muhammad, al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’ashirah diterjemahkan oleh Sahiron Syamsuddin dengan judul Prinsip dan Dasar Hermeneutika al-Qur’an Kontemporer. Cet. III; Yogyakarta: elSAQ Press, 2007.

    Salim, Abd. Muin. Metodologi Tafsir: Rekonstruksi Epitemologis Ilmu Tafsir (2000)

    _______, Beberapa Aspek Metodologi Tafsir. (1990)

    _______, Fiqh Siyasah Konsepsi Kekuasaan Politik Dalam Al-Qur’an. Jakarta: Grafindo Persada, 1994.

    Setiawan, M. Nur Kholis, al-Qur’an Kitab Sastra Terbesar. Cet. I; Yogyakarta: elSAQ Press, 2005.

    Sibawaihi, Hermeneutika al-Qur’an Fazlur Rahman. Cet. I; Yogyakarta: Jalasutra, 2007.

    Suryadilaga, M. Alfatih [ed], Studi Kitab Tafsir Kontemporer. Cet. I; Yogyakarta: TH-Press, 2006.

    Syafruddin, Didin. “Karakter Literatur Indonesia tentang Islam”, Studia Islamika. Vol. 2 No. 2/1995.

    Yusuf, AGH. Abdul Muin, Tafessere’ Akorang Ma’basa Ogi. Ujung Pandang: MUI Sulsel, 1988.

    Yusuf, M. Yunan, Karakteristik Tafsir Al-Quran di Indonesia Abad XX, Jurnal Ulumul Quran, 1999.

    Tujuan:

    1. Mahasiswa memahami dengan baik Sejarah Perkembangan dan Pertumbuhan Tafsir al-Qur’an di Indonesia
    2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik karya Tafsir dan Mufassir di Indonesia, baik yang berkembang di masa klasik, pertengahan maupun modern.
    3. Mahasiswa mampu menguraikan secara sistematis dan logis metodologi penulisan Tafsir al-Qur’an di Indonesia dan situasi social politik ketika Tafsir ditulis.

     

    Indikator Kompetensi

    1. Membedakan periodisasi perkembangan penulisan Tafsir al-Qur’an yang dikembangkan oleh beberapa teori.
    2. Menyebutkan karya Tafsir al-Qur’an dan Penulisnya pada masa Klasik, pertengahan dan modern.
    3. Menjelaskan latar belakang para mufassir yang popular pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    4. Menjelaskan kecenderungan tafsir yang berkembang pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    5. Menguraikan pengaruh sosial politik terhadap penulisan karya tafsir pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    6. Memetakan dengan jelas metode penulisan yang dikembangkan pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    7. Menjelaskan trend penulisan yang berkembang pada karya Tafsir jawa.

     

    Strategi Pembelajaran

    Secara umum perkuliahan akan menggunakan strategi pembelajaran aktif, di mana mahasiswa tidak semata-mata menjadi obyek, akan tetapi mahasiswa ikut aktif terlibat dalam pembelajaran bersama-sama dosen. Pada pertemuan sebelum UTS menggunakan metode ceramah, kemudian setelah UTS menggunakan metode diskusi kelompok sesuai dengan jadwal di atas.

    Evaluasi

    1. Keaktifan dikelas :20 %
    2. Ujian Tengah Semester :30%
    3. Ujian Akhir Semester : 30%
    4. Makalah kelompok :20%

    Ketentuan Dan Kriteria Penilaian Makalah Kelompok

    1.Ketentuan Makalah Kelompok

      1. Dibuat secara kelompok sesuai dengan yang tertulis di jadwal
      2. Panjang makalah minimal 4 halaman
      3. Memuat (minimal) pendahuluan, isi dan kesimpulan
      4. Makalah diperbanyak sebanyak kelompok yang ada plus satu untuk dosen.
      5. Copy makalah disampaikan paling lambat sehari sebelum presentasi.
    1. Kriteria Penilaian Makalah
    2. Sistematika Pembahasan
    3. Kedalaman analisa masalah
    4. Konsistensi antara latar belakang masalah, analisa dan kesimpulan
    5. Penggunaan bahasa yang efektif dan benar.
    6. Kejelasan dalam menyampaikan ide
    7. Kekuatan argumentasi
    8. Penguasaan forum
    9. Penggunaan etika komunikasi
    10. Kriteria Partisipasi

    Kriteria presentasi di atas berlaku juga untuk peserta diskusi yang berpartisipasi baik bertanya maupun mengomentari/membahas makalah, namun penilaian akan kami masukkah ke dalam penilaian keaktifan di kelas.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    KAJIAN TAFSIR DI INDONESIA

    1. Identifikasi

    Matakuliah                         : Kajian Tafsir di Indonesia

    Kode Matakuliah                 : I HD 3242

    Semester                             : VI (enam)

    Jurusan                               : Tafsir Hadis

    Program                              : Strata Satu (S-1)

    Bobot SKS                          : 2 (dua) SKS

    1. Deskripsi Mata Kuliah

    Tafsir di Indonesia merupakan mata kuliah penunjang yang sangat penting bagi calon pemikir Islam yang ahli di bidang Tafsir al-Qur’an. Mata kuliah ini wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Mata kuliah ini disajikan pada semester VI Jurusan Tafsir Hadis, setelah atau bersamaan dengan mata kuliah yang memperkenalkan berbagai metode dan pendekatan dalam Tafsir al-Qur’an. Materi yang dicakup oleh Mata Kuliah ini adalah Sejarah Perkembangan Tafsir di Indonesia, Metodologi, teknik penyajian dan pengaruh budaya nusantara terhadap Tafsir di Indonesia serta kajan terhadap beberapa tafsir local di Sulawesi Selatan.

    • Standar Kompetensi
    1. Mahasiswa memahami dengan baik Sejarah Perkembangan dan Pertumbuhan Tafsir al-Qur’an di Indonesia
    2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik karya Tafsir dan Mufassir di Indonesia, baik yang berkembang di masa klasik, pertengahan maupun modern.
    3. Mahasiswa mampu menguraikan secara sistematis dan logis metodologi penulisan Tafsir al-Qur’an di Indonesia dan situasi social politik ketika Tafsir ditulis.

     

    1. Kompetensi Dasar

    Mahasiswa dapat:

    1. Membedakan periodisasi perkembangan penulisan Tafsir al-Qur’an yang dikembangkan oleh beberapa teori.
    2. Menyebutkan karya Tafsir al-Qur’an dan Penulisnya pada masa Klasik, pertengahan dan modern.
    3. Menjelaskan latar belakang para mufassir yang popular pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    4. Menjelaskan kecenderungan tafsir yang berkembang pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    5. Menguraikan pengaruh sosial politik terhadap penulisan karya tafsir pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    6. Memetakan dengan jelas metode penulisan yang dikembangkan pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    7. Menjelaskan trend penulisan yang berkembang pada karya Tafsir Lokal di Sulawesi Selatan dan Barat.
    8. Indikator

    Mahasiswa dapat:

    1. Menjelaskan ruang lingkup pembahasan tafsir di Indonesia.
    2. Menjelaskan karya tafsir yang berpengaruh pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    3. Memetakan metode ijmali, tahlili dan maudhu’I yang dikembangkan oleh karya tafsir di Indonesia.
    4. Menjelaskan kecenderungan Fikih, Sufistik, Sosiologis, Linguistik dan Sains yang dikembangkan oleh mufassir di Indonesia.
    5. Menjelaskan pengaruh latar belakang pendidikan dan sosial politik Mufassir terhadap karya Tafsir di Indonesia pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    6. Menguraikan nuansa perbedaan beberapa trend penulisan tafsir pada berbagai wilayah di Indonesia (Sumatera-Jawa-Kalimantan dan Sulawesi)
    7. Menguraikan gaya dan teknik penulisan tafsir di Indonesia pada masa klasik, pertengahan dan modern.
    8. Menguraikan pengaruh rekonstruksi metodologi tafsir al-Qur’an yang dikembangkan oleh Pemikir Islam kontemporer (misalnya, Sastra dan Hermeneutika) terhadap karya Tafsir al-Qur’an di Indonesia.
    9. Topik Inti
    10. Pengertian dan ruang lingkup kajian Tafsir al-Qur’an di Indonesia
    11. Persentuhan awal dan latar belakang kajian al-Qur’an di Nusantara
    12. Teori-teori periodisasi perkembangan kajian Tafsir al-Qur’an di Indonesia
    13. Perkembangan Tafsir al-Qur’an periode klasik (abad VII-XV M.)
    14. Perkembangan Tafsir al-Qur’an periode pertengahan (abad XVI-XIX M.)
    15. Perkembangan Tafsir al-Qur’an periode modern (abad XIX-sekarang)
    16. Pemetaan metodologi Tafsir al-Qur’an di Indonesia
    17. Karakteristik karya Tafsir al-Qur’an yang bersifat akademik dan non-akademik (Disertasi, Tesis dan karya tafsir otodidak)
    18. Arah baru dan masa depan Tafsir al-Qur’an di Indonesia
    19. Trend baru yang mempengaruhi kajian Tafsir al-Qur’an di Indonesia
    20. Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an periode klasik (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir)
    21. Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an periode pertengahan (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir)
    22. Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an periode modern (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir)
    23. Kajian sumber: Tafsir al-Qur’an Lokal/Tafsir Berbahasa Bugis (metodologi, kecenderungan dan teknik penyajian tafsir).
    • Referensi

    Departemen Agama RI. Muqaddimah: Alquran dan Tafsirnya.

    Abu Zaid, Isykaliyat al-Qira’ah wa ‘A<liyat al-Ta’wil diterjemahkan oleh Khoirun Nahdiyyin dan Muhammad Mansur dengan judul Hermeneutika Inklusif. Jakarta: ICIP, 2004.

    Abu Zaid, Mafhum al-Nash Dirasah fi ‘Ulum al-Qur’an diterjemahkan oleh Khoiron Bahdliyyin dengan judul Tekstualitas al-Qur’an Kritik terhadap Ulumul Qur’an. Cet. I; Yogyakarta: LKiS, 2001.

    Arkoun, Mohammed, Lectures du Coran diterjemahkan oleh Machasin dengan judul Berbagai Pembacaan Qur’an. Jakarta: INIS, 1997.

    Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Cet. II; Jakarta: Prenada Media, 2005.

    Baidan, Nashruddin. Perkembangan Tafsir di Indonesia.

    Boniy, Nuh Daeng Manompo, al-Qur’an al-Karim Juz ‘Amma bi Tarjamah al-Lugah al-Buqisiyah. Cet. III; Makassar: Yayasan Masjid Raya, 1982.

    Bruinessen, Martin van, “The tariqa Khalwatiyya in South Celebes”, in: Harry A. Poeze en Pim Schoorl (eds), Excursies in Celebes. Een bundle bijdragen bij het afscheid van J. Noorduyn… Leiden: KITLV Uitgeverij, 1991.

    Cawidu, Harifuddin, “Metode dan Aliran dalam Tafsir”, Majalah Pesantren No. 1/vol. VIII/1991.

    Al-Farmawi, al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu’i: Dirasah Manhajiyah Maudhu’iyah diterjemahkan oleh Suryan A. Jamran dengan judul Metode Tafsir Maudhu’i: Suatu Pengantar. Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo, 1994.

    Federspiel, Howard M., Kajian al-Qur’an di Indonesia, terj. Drs. Tajdul Arifin, MA. (Mizan: Bandung, 1996), h. 102.

    Feener, R. Michael. “Notes Toward the History of Qur’anic Exegesis in Southeast Asia”. Studia Islamika, vol. 5. No. 3, 1998

    Goldziher, Ignaz (Terj. Mani’ La>lim), al-Mazahib al-Islamiyah fi Tafsir al-Qur’an al-Karim

    Gusmian, Islah, Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika hingga Ideologi. Cet. I; Jakarta: Teraju, 2003.

    Ismail, Daud, Tafsir al-Munir. Makassar: CV. Bintang Lamumpatue, 2002.

    Janson, J.J.G., The Interpretation of the Koran in Modern Egypt yang diterjemahkan oleh Hairussalim dkk. dengan judul Diskursus Tafsir al-Qur’an Modern. Cet. I; Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997.

    Khalid, ‘Abd al-Qadir, Tafsir al-Qur’an (Tafsere Akoreng Malebbi’e Mabbasa Ugi) Cet. II; t.tp., Aneka Kerja, 1971.

    Mahmud Basyuni Faudah, al-Tafsir wa Manahijuh. Kairo: Mathba’ah al-Amanah, 1977.

    Mahmud Mani’ ‘Abd al-Halim, Manhaj al-Mufassirin diterjemahkan oleh Syahdianor dan Faisal Saleh dengan judul Metodologi Tafsir: Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

    Mattulada, “Islam di Sulawesi Selatan” dalam Taufik Abdullah (ed), Agama dan Perubahan Sosial. Cet. I; Jakarta: Rajawali, 1983.

    _______, La Toa: Satu Lukisan Analitis Terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1985.

    Mustaqim, Abdul dan Sahiron Syamsuddin [ed], Studi al-Qur’an Kontemporer, Wacana Baru Berbagai Metodologi Tafsir. Cet. I;Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2002.

    Al-Shabuni, Muhammad ‘Ali, al-Tibyan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: ‘Alam al-Kutub, 1985.

    Pelras, Christian, The Bugis diterjemahkan oleh Abdul Rahman Abu at.al. dengan judul Manusia Bugis. Cet. I; Jakarta: Nalar kerjasama Forum Jakarta-Paris, EFEO, 2005.

    Ridha, Muhammad Rasyid, Tafsir al-Qur’an al-Hakim al-Musytahir bi Tafsir al-Manar, Jilid VII. Beirut: Da>r al-Ma’rifah, t.th.

    Ruslan, Muhammad (ed), Ulama Sulawesi Selatan: Biografi Pendidikan dan Dakwah. Cet. I; Makassar: MUI Sulsel, 2007.

    Sahrur, Muhammad, al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’ashirah diterjemahkan oleh Sahiron Syamsuddin dengan judul Prinsip dan Dasar Hermeneutika al-Qur’an Kontemporer. Cet. III; Yogyakarta: elSAQ Press, 2007.

    Salim, Abd. Muin. Metodologi Tafsir: Rekonstruksi Epitemologis Ilmu Tafsir (2000)

    _______, Beberapa Aspek Metodologi Tafsir. (1990)

    _______, Fiqh Siyasah Konsepsi Kekuasaan Politik Dalam Al-Qur’an. Jakarta: Grafindo Persada, 1994.

    Setiawan, M. Nur Kholis, al-Qur’an Kitab Sastra Terbesar. Cet. I; Yogyakarta: elSAQ Press, 2005.

    Sibawaihi, Hermeneutika al-Qur’an Fazlur Rahman. Cet. I; Yogyakarta: Jalasutra, 2007.

    Suryadilaga, M. Alfatih [ed], Studi Kitab Tafsir Kontemporer. Cet. I; Yogyakarta: TH-Press, 2006.

    Syafruddin, Didin. “Karakter Literatur Indonesia tentang Islam”, Studia Islamika. Vol. 2 No. 2/1995.

    Yusuf, AGH. Abdul Muin, Tafessere’ Akorang Ma’basa Ogi. Ujung Pandang: MUI Sulsel, 1988.

    Yusuf, M. Yunan, Karakteristik Tafsir Al-Quran di Indonesia Abad XX, Jurnal Ulumul Quran, 1999.


     

    Published on December 26, 2017 · Filed under: Uncategorized;
    No Comments

Leave a Reply