Gufron Makruf

Dosen PAI Islamic Studies STAIN Salatiga

  • PARADIGMA BARU TEOLOGI ISLAM

    (Studi Atas Pemikiran Teologi Antroposentris Hassan Hanafi)

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang Masalah

    Setidaknya masa akhir masa al-Khulafa’ al-Rasyidin,usaha dan semangat pembebasan masyarakat dari ketertindasan, diskriminasi dan ketidak adilan sosial, tampak mulai memudar dari ritme kehidupan umat Islam. Hal ini terjadi karena selama pemerintahan empat khalifah tersebut, umat Islam disibukkan oleh perjuangan untuk menegakkan Islam dan menyebarluaskannya.[1] Akhirnya pun, pemikiran Islam karena persentuhannya dengan pemikiran Yunani, melahirkan aliran-aliran teologi disamping yang lebih disebabkan oleh faktor-faktor politik, juga lebih mengemukakan tema-tema filosofis,[2] sehingga pemikiran dan perdebatan teologi yang muncul dan berkembang waktu itu, bersifat defensif apologetik[3]. Struktur logika teologi lebih berbentuk dialektika Hegelian, bukan dialektika Marxian[4], yang mempunyai orientasi menentang ketidak adilan dan penindasan serta pemihakan kepada rakyat miskin. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • MENELUSURI GENEALOGI EPISTEMOLOGI IRFANI; STUDI ATAS PEMIKIRAN AL-JABIRI

    Oleh: M. Gufron

    Prawacana

    Dalam tradisi pemikiran, umumnya dikenal dua alat pengetahuan manusia, akal dan indra. Pemujaan pada akal akan melahirkan rasionalisme, dengan paradigma logis dan obyeknya bersifat abstrak. Kemudian pemujaan pada indra akan melahirkan sensualisme, materialisme, empirisme dan positivisme, dengan paradigma sains dan obyeknya bersifat empiris. Kedua paradigma tersebut menolak obyek mistik yang supra logis dan non empiris dalam terminologi sains Barat. Meskipun kedua paradigma tersebut dapat memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan sains, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa pada obyek yang rasional dan metafisi, serta meta indrawi. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • LANGKAH LANGKAH PENELITIAN/

    KRITIK SANAD HADIS

     

    1. Melakukan kegiatan takhrij al-Hadis
    2. Melakukan kegiatan I’tibar
    3. Melakukan penelitian Sanad
    4. Mengambil Kesimpulan

    Read the rest of this entry »

    No Comments
  • TELAAH HISTORIS

    PERKEMBANGAN ILMU TAFSIR

    1. Latar Belakang

    Secara etimologi tafsir bisa berarti: الايضاح والبيان (penjelasan), الكشف (pengungkapan) dan كشف المراد عن اللفظ المشكل (menjabarkan kata yang samar ).[i][i] Adapun secara terminologi tafsir adalah penjelasan terhadap Kalamullah atau menjelaskan lafadz-lafadz al-Qur’an dan pemahamannya. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • COURSE OUTLINE MATA KULIAH IlMU KALAM

     

    Fakultas           : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

    Prodi               : KKI

    Dosen              : Dr. M.Gufron, M.Ag

    Contact Person: 081542357208

    Alamat                        : PA Darul Hadlanah NU Jln. Fatmawati KM 2 Blotongan Salatiga

    Alamat Email  : www.gufron_makruf@yahoo.co.id

    Alamat Bog     : staff.stainsalatiga (gufron makruf)

     

     

    DISKRIPSI

                Salah satu kelemahan doktrin teologi Kalam klasik, adalah masih kentalnya diskursus teologi Islam yang bercorak transendental-spekulatif. Karena persoalan yang diangkat para mutakallimin tidak menyentuh aspek kehidupan nyata sehari-hari, seperti masalah domokrasi, kemiskinan struktural, ketidak adilan, penindasan, konflik agama dan sederet persoalan lainnya, maka doktrin-doktrin teologi Islam dianggap tidak ”membumi” atau tidak berdimensi empiris-historis. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Course Outline Mata Kuliah Matrikulasi Studi Hadis Ekonomi

    PROGRAM               : Pasca Sarjana

    JURUSAN                 : Ekonomi Syariah

    KELAS                      : –

    SEMESTER              :

    DOSEN                      : Dr. M. GUFRON, M. Ag

    CONTACT PERSON: 081542357208

    ALAMAT BLOG     : www.mgufron.blogspot.com

    ALAMAT EMAIL   : www. gufrondany@yahoo.com

    ALAMAT RUMAH  : Panti Asuhan Darul Hadlanah NU Salatiga

    Jln. Fatmawati KM 2 Blotongan

     

    Deskripsi

    Debatable tentang kedudukan hadits sebagai sumber hukum Islam masih terus berlangsung sampa saat ini. Ada dua pandangan yang ekstrim terkait dengan hal tersebut. Pandangan pertama adalah yang skeptis, meragukan hadits seperti Ignaz Goldziher atau bahkan sudah tidak percaya lagi terhadap hadits seperti Joseph Schacht, mereka inilah yang kemudian disebut sebagai ingkarussunnah. Pandangan yang kedua adalah yang menerima hadits sepenuhnya (tanpa selektif), dan inilah yang secara tidak sadar telah terjadi pada kita sekarang ini. Menurut Daniel W. Brown, semenjak Imam Syafi’i hadits cenderung koekstenfis dengan hadits shahih yang muttasil (sambung) dengan nabi Muhammad, sehingga pemikiran hadist menjadi stagnan. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Course Outline Mata Kuliah Metodologi Studi Hadis

    PROGRAM               : Pasca Sarjana

    JURUSAN                 : Magister Pendidikan Agama Islam

    KELAS                      : C

    SEMESTER              :

    DOSEN                      : Dr. M. GUFRON, M. Ag

    CONTACT PERSON: 081542357208

    ALAMAT BLOG     : blogstaff.iainsalatiga

    ALAMAT EMAIL   : gufron_makruf@yahoo.co.id

    ALAMAT RUMAH  : Panti Asuhan Darul Hadlanah NU Salatiga

    Jln. Fatmawati KM 2 Blotongan

     

    Deskripsi

    Debatable tentang kedudukan hadits sebagai sumber hukum Islam masih terus berlangsung sampa saat ini. Ada dua pandangan yang ekstrim terkait dengan hal tersebut. Pandangan pertama adalah yang skeptis, meragukan hadits seperti Ignaz Goldziher atau bahkan sudah tidak percaya lagi terhadap hadits seperti Joseph Schacht, mereka inilah yang kemudian disebut sebagai ingkarussunnah. Pandangan yang kedua adalah yang menerima hadits sepenuhnya (tanpa selektif), dan inilah yang secara tidak sadar telah terjadi pada kita sekarang ini. Menurut Daniel W. Brown, semenjak Imam Syafi’i hadits cenderung koekstenfis dengan hadits shahih yang muttasil (sambung) dengan nabi Muhammad, sehingga pemikiran hadist menjadi stagnan. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • COURSE OUTLINE MATA KULIAH KRITIK SANAD DAN MATAN HADIS

     

    FAKULTAS              : USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA

    JURUSAN                 : IAT

    KELAS                      : A

    DOSEN                      : M. GUFRON, M. Ag

    CONTACT PERSON: 081542357208

    ALAMAT BLOG     :blog.staffiainsalatiga (Gufron Makruf)

    ALAMAT RUMAH : PA. Darul Hadlanah NU Salatiga Jln. Fatmawati KM 2 Blotongan

     

    DISKRIPSI

    Berkaitan dengan diskursus tentang kajian hadis, dapat diklasifikasikan menjadi dua obyek kajian, otentisitas hadis dan pemaknaan hadis. Otentisitas hadis melalui metode kajian kritik sanad sedangkan pemaknaan hadis melalui metode kajian kritik matan hadis. Kedua metode tersebut saling terkait, setelah dilakukan kajian kritik sanad baru kemudian dilakukan kajian kritik matan. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • COURSE OUTLINE

    MATA KULIAH ILMU TAFSIR

     

    FAKULTAS                : USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA

    JURUSAN                  : IAT

    KELAS                       : A

    DOSEN                       : Dr. M. GUFRON, M. Ag

    CONTACT PERSON            : 081542357208

    ALAMAT BLOG        : blog.staffiainsalatiga

    ALAMAT RUMAH     : PA. Darul Hadlanah NU Salatiga Jln. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • COURSE OUTLINE

    MATA KULIAH HADIS DI INDONESIA

     

    FAKULTAS                : USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA

    JURUSAN                  : IAT

    KELAS                       : A

    DOSEN                       : M. GUFRON, M. Ag

    CONTACT PERSON: 081542357208

    ALAMAT BLOG        : www.mgufron.blogspot.com

    ALAMAT RUMAH     : PA. Darul Hadlanah NU Salatiga Jln. Fatmawati KM 2 Blotongan

     

    DISKRIPSI

     

    Upaya penelusuran hadis dan ahli hadis di Indonesia belum dilakukan secara sistematis, bahkan belum memadai. Hal ini bisa diduga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kenyataan bahwa kajian hadis terlebih lagi ahli hadisnya tidak seintens kajian di keislaman yang lain, seperti al-Qur’an, fiqh, akhlak dan sebagainya. Kedua, kajian hadis bisa dikatakan berkembang sangat lambat, terutama bila dilihat dari kenyataan bahwa para ulama Nusantara telah menulis di bidang hadis sejak abad ke-17.  Namun demikian, seperti terlihat kemudian, tulisan-tulisan tersebut tidak dikembangkan lebih jauh. Kajian hadis setelah itu mengalami kemandekan hampir satu setengah abad lamanya. Untuk itulah, perhatian para pengamat terhadap kajian hadis di Indonesia masih sangat kurang. Kalaupun ada pengamat yang menaruh perhatian, perhatiannya masih parsial dan tidak komprehensif. Read the rest of this entry »

    No Comments